PELALAWAN, INFORIAUNEWS.COM – Dua pemuda asal Desa Mayang Sari, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, dikabarkan menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum staf dan pengamanan dari PT Sari Lembah Subur (SLS). Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka-luka cukup serius.
Peristiwa ini terjadi beberapa hari lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun
INFORIAUNEWS kejadian bermula saat kedua korban hendak pulang ke rumah melewati persimpangan jalan di sekitar area perusahaan. Di lokasi tersebut, mereka tiba-tiba dihadang oleh beberapa orang yang diduga merupakan staf PT SLS.
“Kami waktu itu mau pulang. Pas di persimpangan, tiba-tiba dihadang. Tanpa sebab dan tanpa perlawanan, kami diserang dan diancam dengan senjata tajam hingga terluka,” ujar salah satu korban saat ditemui di kediamannya, Sabtu (1/11/2025).
Sementara itu, orang tua korban menyampaikan kekecewaannya atas tindakan main hakim sendiri tersebut.
“Anak kami tidak salah apa-apa, hanya pulang membawa rojo kosong, bukan berisi. Tapi tiba-tiba dihadang dan dibacok. Kami minta pihak kepolisian segera menangkap para pelaku, karena ini sudah di luar batas kemanusiaan,” tegasnya.
Seorang warga yang kebetulan sedang menggembala sapi di sekitar lokasi kejadian juga membenarkan adanya aktivitas patroli yang mencurigakan dalam beberapa waktu terakhir.
“Sudah sebulan ini sering ada patroli, tapi yang aneh, bukan dari pihak keamanan resmi perusahaan. Yang kami lihat malah beberapa staf yang keliling, entah apa alasannya. Apakah security tidak dipercaya lagi atau ada hal lain yang disembunyikan, kami tidak tahu,” ungkap warga tersebut.
Warga lainnya menambahkan, dari informasi yang beredar, korban merupakan warga Desa Mayang Sari, sementara beberapa pelaku diduga berasal dari luar desa.
“Kami melihat bekas darah di jalan pagi itu. Katanya, ada juga orang dari Pangkalan Lesung dan Equator yang terlibat,” katanya.
Masyarakat setempat berharap agar aparat kepolisian segera turun tangan menyelidiki kasus ini secara tuntas.
“Negara kita negara hukum. Kalau ada kesalahan, silakan diproses secara hukum, bukan dengan cara kekerasan,” ujar seorang tokoh masyarakat menutup pembicaraan.
Menurut ktrangan dari masyarakat dalam satu bulan ini setiap Mala terus terjadi petroli juga perna menangkap warga dari warga Equator dan Pemuda pangkalan lesung informasi dari gembala sapi kadang kadang mobil di tinggalkan oknum staf brjalan kaki sama oknum Pengaman.
Pada malam trjadi mobil Berwarna putih terlihat Oknum Setaf bulak balik dalam posisi melaju bagaikan Kilat di jalan di Afd di prkirakan sekitar jam,03 wib subuh baru mobil tersebut keluar dari tempat ke jadian,semenjak trjadi warga di hadang hingga luka parah mobil tersebut tak lagi terlihat petroli sebenarnya ada apa kira kira....? Jadi tanda tanya bagi Masyarakat setempat.
Namun beberapa waktu lalu humas di konfirmasi menjawab,"Belum copy saya bang, sebentar saya cari info dlu dari org lapangan bang.
***
Bersambung......
Social Header