PELALAWAN , INFORIAUNEWS – Beredar Informasi Aksi pencurian buah kelapa sawit di Perkebunan PT Sari lembah subur kian brutal.
Seorang petugas keamanan PT Sari Lembah Subur (SLS) dilaporkan menjadi korban penembakan saat bertugas di areal kebun perusahaan, Desa Genduang, Kecamatan Pangkalan Lesung, Sabtu (31/1/2026) pagi.
Sementara itu salah satu Warga dusun genduang Kami bukan mencuri tetapi Kami hanya mengambil Apa yang selama ini hak anak keponakan di ambil oleh Perusaan sudah sewajarnya kami merampas tetapi yang harus di ketahui Perusaan la yang merampas hak kami.
Lahan kami perkampungan lama kami dan kuburan nenek moyang kami sanak saudara kami kini di jadikan perkebunan sementara ini malah banyak Pengamanan yang di tempatkan di areal perkebunan yang bertugas bukan la sebagai pengamanan melainkan sebagai Centeng sebut saja Peremanlisme.
Dalam Pemberitaan di salah satu media Kapolsek Pangkalan Lesung, AKP Lambok Pakpahan, membenarkan adanya peristiwa penembakan terhadap satpam PT SLS. Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti.
“Benar, kami menerima laporan penembakan terhadap petugas keamanan di kebun PT SLS. Penanganan awal sudah dilakukan dan selanjutnya dikoordinasikan dengan Polres Pelalawan,” ujar AKP Lambok, Minggu (1/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Korban diketahui bernama Okto Bekalani, seorang satpam PT SLS, yang diduga ditembak oleh pelaku pencurian kelapa sawit atau yang kerap disebut “ninja sawit”.
Insiden ini semakin menimbulkan kekhawatiran karena pelaku diduga menggunakan senjata api.
Humas PT Sari Lembah Subur, Ginanjar, juga membenarkan kejadian tersebut.“Benar, telah terjadi penembakan terhadap satpam kami di lokasi kebun PT SLS,” ujarnya singkat.
Penembakan terjadi di Afdeling Carli Blok 14/15 PT Sari Lembah Subur, Desa Genduang, Kecamatan Pangkalan Lesung. Informasi awal menyebutkan suara tembakan terdengar saat aktivitas evakuasi buah sawit berlangsung di lokasi kejadian.
Kami sangat menyayangi tidakan para Oknum Pengamanan yang di tempatkan di Lokasi bukannya mengamankan melainkan meresahkan jika kami bersalah seharusnya di serahkan ke pihak kepolisian untuk pertanggung jawaban atas perbuatan kami.
Bagai mana jika Perusahaan yang berbuat salah apakah juga di adili melainkan selama ini kami melihat Hukum di Negeri ini Tajam ke bawah tumpul ke atas .
Banyaknya Informasi di lokasi yang di himpun Oleh media ini :
1 - Perusahaan mengelola Halah di luar HGU
2 - Lahan perkebunan di tanam sawit oleh perusahaan namun hampir 30 tahun ini aman saja kuat dugaan ada pembiaran dari intasi terkait.
3 - anak sungai dan Aliran sungai kini hanya jadi parit bahkan tingal nama dan terlihat jadi waduk dinas Lingkungan Hidup kabupaten Pelalawan, Riau diam tutup mata ,Jika memang benar pasti selama ini Das kembali di lestarikan.
Terlihat di lokasi di pinggir anak sungai beberapa pokok kayu mati."Sementara ini Media ini mencoba konfirmasi terkait dugaan ini Humas malam memilih diam seribu bahasa dan hanya diam belum ada jawaban dari CDO yang baru.**
Social Header