PEKANBARU , INFORIAUNEWS, COM – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang ketua organisasi mahasiswa di salah satu universitas swasta di Pekanbaru mencuat ke publik. Seorang mahasiswi yang menggunakan nama samaran HN melaporkan pria berinisial Rivo ke Polresta Pekanbaru setelah mengaku mengalami tindakan tidak pantas saat berada di atas sepeda motor bersama terlapor.
Laporan tersebut dibuat pada 13 November 2025. Korban mengaku mengalami dugaan pelecehan saat perjalanan bersama terlapor pada Sabtu dini hari, 9 November 2025 sekitar pukul 03.00 WIB.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan korban, kejadian bermula ketika keduanya berkeliling Kota Pekanbaru menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan itu, terlapor disebut berulang kali melakukan tindakan yang membuat korban merasa tidak nyaman.
Korban mengaku terlapor beberapa kali mencoba mengelus tubuhnya. Meski korban telah berkali-kali menepis tangan pelaku, tindakan tersebut disebut tetap berulang.
Situasi kemudian semakin membuat korban tertekan ketika terlapor diduga menarik tangannya secara paksa dan meminta korban memeluknya dari belakang saat sepeda motor masih melaju.
Korban menolak keras permintaan tersebut dan berusaha melepaskan diri. Ia juga menyatakan ketidaknyamanannya serta meminta agar segera diantar pulang.
Pengakuan korban kepada media, dugaan paksaan kembali terjadi saat perjalanan pulang. Ketika melintas di kawasan Jalan Nangka Pekanbaru, terlapor disebut meminta korban mencium pipinya.
Permintaan itu kembali ditolak oleh korban yang saat itu merasa takut dan terancam, serta hanya ingin segera pulang dengan selamat.
Korban menegaskan bahwa sepanjang kejadian dirinya secara konsisten menunjukkan penolakan atau ketiadaan persetujuan (lack of consent), baik melalui ucapan maupun tindakan seperti menepis tangan pelaku dan berusaha menjauh.
Merasa tidak aman dan tertekan atas kejadian tersebut, korban akhirnya memutuskan melapor ke Polresta Pekanbaru pada 13 November 2025.
Namun hingga saat ini, proses hukum atas laporan tersebut masih berjalan. Korban mengaku kecewa karena penanganan kasus yang dilaporkannya dinilai berjalan lamban.
Korban berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporannya secara serius dan memberikan kejelasan terhadap status hukum terlapor.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak Polresta Pekanbaru belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan dalam kasus tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan karena terlapor disebut merupakan pimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus. Peristiwa tersebut kembali memicu perhatian publik terhadap isu keamanan dan perlindungan terhadap mahasiswi di lingkungan perguruan tinggi.**
Social Header