PELALAWAN,( IFRC ) - Terlihat Modus Perusahaan PT Serikat putra ini yang kini di setiap pinggiran sungai Pokok Sawit yang di warnai dengan Cat Merah dan putih ini hanya sebagai Modus tanda Larangan tidak boleh di Hasilkan.
Kamis 08 Oktober 2026 Akan tetapi bila melihat ke dalam Areal Perkebunan tak jahu dari Jalan pokok sawit ternyata di Panen oleh Para pemanen Kariawan PT Serikat putra (Sp) selama ini perusahaan hanya mengelabui dengan Memberi tanda Pokok sawit dengan mengunakan Cat Merah ada juga warna Putih di setiap Kokok sawit di pinggiran sungai.
Kita juga tidak tau yang memberi tanda apa dari Dinas kabupaten atau propinsi atau juga dari perusaan itu ujar Aprianto Pemuda tambun.
Hal ini di sampaikan Pekerja saat di lokasi Katanya ," ya pak sungai selalu banjir dan Ada di panen di pinggiran sungai tutur Pemanen berinisial (RN 28 tahun ) kepada Wartawan saat Istrahat.
Di tambahkan lagi Saat ini pokok sawit sudah tinggi menjulan dan Susah di panen akibat tingginya Pokok sawit sudah layak di tumbang dan di Bolk E sudah tinggi dan agreknya udah di sambung panjang sudah mencapai lebih kuran 20 Meter tutupnya.
Ini Nama Nama Sungai yang di rusak Perusaan :
- Desa Air terjun yakni Sungai air terjun ke 2, sungai tangguk tinggal.
- Desa Tambun Sungai Kerumutan dan Masih banyak lagi sungai yang di dalam perkebunan PT Serikat putra.
Sementara Aktifitas perusak Dasar aliran Sungai sudah bukan rahasia lagi bahkan sudah berkali kali turun dinas kabupaten maupun Provinsi Riau.
Terlihat seakan akan tutup mata bahkan seakan akan ada udang di balik batu Ujar Aprianto pemuda Tambun.
Jika tidak ada udang di balik batu Pasti persoalan ini sudah di Hijaukan kembali dan di lestarikan jangankan Das Hutan pun Hancur menjadi Kebun Kelapa sawit mana ada hutan di perkebunan PT Serikat putra yang ada Pokok sawit dan Kuburan pun di babat tak terpisahkan.
Mendapat informasi Wartawan mencoba menghubungi Pihak perusahaan namun belum bisa di hubungi dan berita ini di terbitkan belum ada jawaban terlihat sudah tersampaikan dengan Conteng satu tandasnya.(*).
Editor : Aprianto
