PELALAWAN,INFORIAUNEWS.COM – Nuansa Melayu yang kental mewarnai kemeriahan Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pelalawan ke-27. Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, S.H., bersama istri, Hj. Rohani Tamrin, S.E., yang tampil anggun dan berwibawa mengenakan busana bernuansa Melayu dengan paduan corak dan warna yang memikat.
Keduanya mengikuti kegiatan kirab budaya yang dimulai pukul 07.00 WIB, dengan titik kegiatan dari Taman Kenangan menuju Lapangan Mini Soccer. Sesuai dengan ketentuan acara, peserta mengenakan busana Melayu lengkap sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Pelalawan.
Penampilan H. Husni Tamrin bersama istri memperlihatkan keserasian dalam balutan busana Melayu. Perpaduan corak dan warna yang menarik tidak hanya menghadirkan kesan elegan, tetapi juga mencerminkan nilai kesantunan, kehormatan, dan keindahan tradisi Melayu.
Busana Melayu bukan sekadar pakaian seremonial. Di balik setiap corak, warna, dan kelengkapannya, terdapat nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Mulai dari sopan santun, tata krama, hingga penghormatan terhadap adat istiadat, semuanya menjadi bagian penting dari jati diri masyarakat Melayu.
Kehadiran Wakil Bupati bersama istri dalam balutan busana tradisional tersebut turut memperkuat suasana kebudayaan dalam perayaan hari jadi Kabupaten Pelalawan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah perlu berjalan beriringan dengan pelestarian adat dan budaya lokal.
Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27 pun bukan hanya menjadi ajang kemeriahan dan kebersamaan, melainkan juga ruang untuk menampilkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Dengan semangat “Mo La Kito Membangun Pelalawan”, peringatan hari jadi ke-27 ini diharapkan semakin mempererat persatuan masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas Melayu sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah dan karakter Kabupaten Pelalawan.
Busana boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi adat dan budaya Melayu harus tetap menjadi kebanggaan sepanjang zaman.*
