zmedia

Swakelola Tanpa Papan Tanpa K3, Jembatan Desa Pemangkih Tengah Rt.04 Diganti Kayu Kelapa, Pipa PDAM Putus



MARTAPURA, INFORIAUNEWS.COM - Potret amburadulnya pekerjaan swakelola Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar terpampang telanjang di simpang empat Desa Pemangkih Tengah RT.04, Kecamatan Tatah Makmur.

Jembatan vital penghubung empat desa dibongkar. Sebagai gantinya, warga disuguhi jembatan darurat dari batang kelapa lapuk dengan timbunan tanah yang sifatnya sementara.

Parahnya, dalam pekerjaan jembatan darurat tersebut tidak ditemukan papan informasi. Selain itu K3 juga tidak terlihat. Nol rambu, nol pengaman, nol keselamatan.

Pantauan di lokasi, Minggu (25/10/2026), kondisi jembatan darurat itu sungguh memprihatinkan. Oprit dari bongkahan beton pecah, batang kelapa yang sudah lapuk dan licin, tanpa water barrier, tanpa traffic cone, tanpa lampu malam. Anak sekolah dan petani harus mempertaruhkan nyawa setiap melintas.

Fakta amburadul itu diakui sendiri oleh Dinas PUPRP Banjar.

Raji, Kasi Jembatan Dinas PUPRP Kabupaten Banjar saat ditemui di kantornya Selasa (27/10/2026) mengatakan, perbaikan jembatan darurat tersebut sifatnya swakelola.

Raji juga mengatakan, jembatan lama sengaja dibongkar diganti dengan jembatan kayu dari batang kelapa dengan timbunan yang sifatnya sementara, sambil menunggu pemasangan precast secara permanen.

Saat ditanya soal papan informasi dan K3 di lokasi pekerjaan swakelola tersebut, Raji mengakui memang tidak ada papan informasi.

"Saat ditanya papan informasi mana, katanya memang tidak ada papan informasi," ujar Raji kepada wartawan.

Raji mengakui dalam pekerjaan jembatan darurat tersebut tidak ditemukan papan informasi. Selain itu K3 juga tidak terlihat. Padahal pekerjaan swakelola sekalipun wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sesuai Permen PUPR No.10 Tahun 2021. Wajib papan informasi, wajib APD, wajib rambu K3.

Terkait material permanen, Raji berdalih precast sudah dipesan dan sudah selesai tapi belum dimobilisasi karena umur beton masih belum cukup. Pemasangan baru akan dilakukan November mendatang.

Jika precast sudah selesai tapi umur belum cukup, mengapa jembatan lama dibongkar terburu-buru? Mengapa warga harus dipaksa melewati jembatan kayu kelapa tanpa papan dan tanpa K3 selama hampir sebulan? Pertanyaan besar yang harus dijawab Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar. Penderitaan warga belum selesai.

Saat perbaikan tersebut, warga sekitar mengatakan putusnya pipa PDAM akibat perbaikan jembatan darurat tersebut.

Akibatnya fatal. Pipa PDAM yang melintas di badan jembatan putus total. Air bersih bocor deras terbuang ke sungai. Air PDAM ke puluhan rumah di RT.04 mati total berhari-hari.

Warga pun menjerit. Mandi, cuci, kakus terpaksa pakai air sungai keruh penuh enceng gondok.

Kini warga Desa Pemangkih Tengah RT.04 menuntut Bupati Banjar dan Kepala Dinas PUPRP Banjar bertanggung jawab. Segera pasang papan informasi, pasang rambu K3, dan perbaiki pipa PDAM yang putus akibat perbaikan jembatan darurat tersebut.

Jembatan darurat boleh sifatnya sementara, tapi keselamatan warga dan air bersih adalah kebutuhan permanen.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangan lebih lanjut.



Penulis: Raihan.